Part 33
15 menit kemudian Ryuuki, Komatsu, Michiru dan Akira datang ke lapangan sekolah. Mereka menggeleng-geleng kepala melihat tumpukan orang mati (tidur maksudnya).
Tapi... Alv dan Zen menghilang! Padahal tadi mereka masih ada.... tak ada yang tau kapan mereka pergi...
“Ckckck.... kita sudah susah payah datang tapi mereka malah asyik tidur” kata Michiru sambil menggelengkan kepala
“Tunggu bau ini....!!! semua tutup hidung!” perintah Komatsu
Serentak mereka langsung menutup hidung mereka.
“Kenapa?” tanya akira
“Ini bau obat tidur dan ada racun yang bisa melumpuhkan gerakan” kata Komatsu
“Siapa ya lawan mereka sampi ketua juga bisa lengah seperti ini?” tanya Michiru
“Entahlah... tanya saja nantati setelah mereka sadar. Ryuuki kau bisa mengangkat mereka dengan saljumu?” kata Akira
“Aku juga baru mau melakukannya”
Ryuuki menjentikan jarinya dan kumpulan salju mulai mengangkat tumpukan orang tidur itu. Ryuuki, Komatsu, Akira dan Michiru segera kembali markas.
Sekarang semua anggota Shinjitsu sudah ada di markas. Orang-orang yang tertidur sudah diberi penawar racun dan tinggal menunggu mereka bangun.
Beberapa menit kemudian ketua sudah bangun.
“Hei kalian” panggil ketua
“Oh kau sudah bangun ya!” kata Michiru
“Ya, aku punya misi untuk kalian. Misi mengintai dan mengawal” kata ketua
“Mengintai dan mengawal?!” mereka berempat kaget
“Memangnya ada masalah apa? Siapa yang akan dikawal dan diintai?” tanya Akira
“Dia kembali. Dia mengincar Hikari dan Hanabi, Akira dan Ryuuki akan mengawal mereka lalu Michiru dan Komatsu mengintai gerak-gerik lawan yang menyerang Hikari dan Hanabi” kata ketua dengan tatapan gelisah
“Tunggu dulu, dia itu siapa?” tanya Komatsu
“Dia adalah gurunya ketua” jawab Michiru
“Tutup mulutmu! Aku sudah bilang untuk merahasiakannya!” kata ketua sambil meninggalkan ruang bawah tanah
“Tutup mulutmu! Aku sudah bilang untuk merahasiakannya!” kata ketua sambil meninggalkan ruang bawah tanah
Akira, Ryuuki, Michiru dan Komatsu terdiam melihat punggung ketua yang berjalan menaiki tangga. Mereka tidak membahas hal itu lagi.
Keesokan harinya semua berjalan seperti biasa di markas. Tapi saat Hikari dan Raichi sampai ke sekolah,Hanabi sudah menyambut mereka di gerbang.
“Ada apa sih?” tanya Hikari
“Lihat saja nanti” kata Hanabi
Di dalam kelas, sudah ada kue ulang tahun, spanduk besar bertuliskan “Selamat ulang tahun Hikari dan Hanabi!” dan banyak balon. Alv dan Zen juga ada di kelas.
“Wow! Jadi kau yang membuat semua ini?” kata Hikari kaget dan terharu
“Tentu saja tidak! Teman-temanmu juga ikut membantu kok”
“Teman? Tapi bukankah mereka---“
“Kupikir kau hanya cewek yang memancarkan aura aneh dan pendiam tapi kau lumayan asyik juga” kata Miyu salah satu teman sekelas Hikari
“Jangan-jangan.... Hanabi! Kau ya?”
“Betul! Aku menyamar jadi kamu!”
“Dasar! Tapi.... arigato Hanabi” bisik Hikari di telinga Hanabi
Semua murid kelas 1-3 bernyanyi lagu selamat ulang tahun untuk Hikari dan Hanabi. Tiba-tiba 3 ekor burung elang yang sangat besar masuk dari jendela yang terbuka dan meletakan 2 kado yang terbungkus rapi lalu mereka pergi lagi.
Di kado itu ada tulisan “For Hikari” dan “For Hanabi” dan di keduanya tidak ada nama pengirimnya.
Isi kado Hikari adalah kalung berbentuk sepasang sayap dengan pedang ditengahnya dan cincin dengan batu rubi.
Sedangkan isi kado Hanabi adalah kalung berbentuk sepasang sayap dengan panah dan busur di tengahnya lalu ada cincin dengan batu safir.
“Wow! Keren!” kata Hanabi
“Sangat!” tambah Hikari
Di kantornya dia sedang mengelus-elus elang yang tadi mengantarkan kado pada Hikari dan Hanabi. Jadi... dia adalah pengirim kado misterius itu? Berarti kalung dan cincin itu....
“Hei! Kado itu kan dari orang asing! Mungkin saja ada apa-apanya” kata Raichi cemas
“Bukan dari orang asing kok” jawab Hikari dan Hanabi bersamaan. Mereka saling memandang heran.
“Bukan dari orang asing?” tanya Raichi
“Aku dapat kado seperti ini setiap tahun” kata Hikari
“Aku juga” kata Hanabi
“Setiap tahun?” tanya Raichi
“Yap” jawab Hikari dan Hanabi bersamaan
“Wow! Pengagum rahasia ya?” kata Alv yang dari tadi mendengarkan
“Wow! Pengagum rahasia ya?” kata Alv yang dari tadi mendengarkan
“Mungkin” jawab Hikari dan Hanabi bersamaan lagi
To be continued.....




0 komentar:
Posting Komentar