Part 26
Hikari dan Raichi sedang berjalan di koridor. Di koridor itu tidak ada seorangpun karena ini masih terlalu pagi.
Hikari terus-menerus tersenyum. Raichi mulai curiga dengan senyumannya itu.
“Kenapa kau senyum-senyum terus seperti itu?” tanya Raichi ytang melihat Hikari terus tersenyum
“Tidak ada apa-apa kok” jawab Hikari sambil terus tersenyum
“Kau bohong! Aku bisa mengetahui kalau kau berbohong”
“Oke, aku hanya senang saja kok”
“Oke, aku hanya senang saja kok”
“senang kenapa?”
“Rahasia” kata Hikari sambil berlari
“Heii!”
Tapi tiba-tiba loker besi di sebelah Hikari jatuh. Raichi segera berlari dan melindungi Hikari. Raichi menjadi tertimpa loker dan terjepit.
“Raichi!! Kau tidak apa-apa? Heei!” Hikari meneteskan air mata
“Tenanglah aku tidak apa-apa hanya karena luka segini. Kau cepat cari pertolongan saja”
“Tenanglah aku tidak apa-apa hanya karena luka segini. Kau cepat cari pertolongan saja”
Hikari mengangguk dan berlari mencari guru. Karena melindunginya Raichi jadi terluka seperti itu. Hikari sangat ketakutan, seluruh tubuhnya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.
Raichi ingin segera menggunakan kekuatannya tapi terlalu berbahaya kalau sampai ada yang melihat. Raichi melihat benang tipis ada di loker itu! Jadi.... ada yang mengincar nyawa Hikari!
“Gawat!” gumam Raichi
“kyaaaa!!” Hikari berteriak.
Jendela di samping Hikari pecah. Pecahan kacanya mengenai tubuh Hikari.
To be continued....




0 komentar:
Posting Komentar