Part 32
Ketua, Naito dan Raichi berhadapan dengan seorang pria berambut emas, mempunyai mata semerah darah dan taring yang tajam di lapangan. Pria itu juga seusia dengan mereka
Bagaimanapun juga dia terlihat seperti vampire yang sangat keren dengan dikelilingi oleh emas cair.
Dingin namun hangat, kejam namun lembut, ganas namun menenangkan, terang namun gelap. Mungkin itu yang dapat mengekspresikannya tatapan yang seolah-olah mengetahui segalanya.
“Hei kenapa kau meledakan kelas?!” kata Naito
“Kenapa yaa? Aku hanya iseng”
“Hanya iseng?? Apa kau gila!?” kata Raichi
“Kau terlalu cerewet, aku akan meldekan kalian segera”
Pria itu mencampurkan sesuatu ke dalam emas cairnya. Itu adalah... bubuk mesiu! Jadi itulah cara yang digunakannya untuk meledakan kelas.
“Kemampuanku adalah mengubah emas menjadi wujud yang kumau dan aku sudah mengembangkannya dengan bubuk mesiu ini” katanya sambil menjentikan jarinya dengan tenang
Butiran emas padat berisi bubuk mesiu yang akan meledak saat menyentuh sesuatu melesat ke arah mereka bertiga.
“Duaaar” emasnya meledak. Gumpalan asap bergumpal-gumpal di sekeliling mereka bertiga. Pria itu membalikan badan dan berjalan tapi terdengar teriakan dibelakangnya.
“Hei! Mau kabur ya?” kata Naito
“Wah wah... kalian masih hidup ya... merepotkan deh”
Asapnya mulai mereda dan mereka mulai terlihat. Ternyata itu ketua, mereka bertiga melayang sejauh 30 meter.
“Masih belum mati ya? Merepotkan...”
Ketua, Naito dan Raichi perlahan turun dan mendarat ke tanah.
“Hoi, namaku Earl siapa namamu?”
“Ryuzaki. Kau beruntung menanyakan namaku karena orang yang menanyakan namaku akan mati dalam 1 menit.” katanya sambil membentuk emasnya menjadi duri raksasa
“On” duri raksasa itu langsung jatuh ke arah Ketua, Raichi dan Naito.
Tapi duri itu seperti tertahan seolah-olah ada dinding transparan di udara. Tapi sebenarnya itu hanya gaya tolak yang dikeluarkan ketua.
“Alpha” Ryuzaki menjentikan jarinya, duri itu berpindah ke belakang ketua.
Sepertinya ada satu butir emas kecil di belakang ketua dan ada 1 tulisan kanji di emas itu. Tapi emas itu meleleh, Hanabi dan Raichi menyemprotkan lahar dan api bersamaan.
“Kenapa kau ada di sini? Bagaimana dengan apinya?” tanya Raichi
“Tentu saja sudah dipadamkan” kata Hanabi
“Wah Princess... melelehkannya hanya akan mengubah bentuknya saja. Tapi emas tetaplah emas”
“Princess?? Maksudmu aku?” Hanabi terheran-heran
Ryuzaki tidak menjawab. Dia memadatkan dan merubah emasnya menjadi busur dan panah. Busur dan panah itu melesat ke genggaman Ryuzaki dan dia mulai menembak.
Panahnya melesat sangat cepat dan “Drak!” panahnya berbenturan dengan perisai lahar beku milik Hanabi. Setelah itu panahnya terpotong oleh jaring Hikari.
“Kau ngotot sekali Princess. Tapi panah itu bisa meledak dan membuat perisai yang rapuh itu hancur loh. On”
Benar saja, panahnya meledak. Sepertinya Ryuzaki sudah mencapur semua emasnya dengan mesiu.
Tapi..... ini bukan hanya mesiu saja! Emasnya juga dicampur dengan obat tidur yang sangat kuat. Dalam sekejap saja semuanya langsung tertidur.
“Sial.... aku lengah” kata ketua sambil terjatuh dan tertidur
“Sial.... aku lengah” kata ketua sambil terjatuh dan tertidur
“Merepotkan sekali melawan mereka semua sekaligus. Lagipula teman mereka sepertinya sudah datang” gumam Ryuzaki
Ryuzaki.... dia berubah menjadi serigala hitam! Walaupun dalam wujud serigala terlihat sangat jahat dengan tatapan lebih dingin dari es apapun. Lalu dia berlari menembus udara yang hangat di sore hari itu.
Princess kembar yang merepotkan... sayangnya aku tidak boleh membunuhnya batin Ryuzaki
To be continued....




0 komentar:
Posting Komentar