Part 20
“Hikari, keluarkan cahaya. Alihkan perhatian mereka, kita akan kabur. Hanabi semprotkan lahar pada mereka aku akan membantu” bisik Raichi
“ok”
Hikari menyorotkan cahaya ke mereka bertiga, Hanabi dan Raichi menyemprotkan lahar dan api. Untuk sementara mereka berhasil kabur. Tapi mereka pasti akan segera mengejar.
Hikari, Hanabi dan Raichi harus cepat sampai ke “tempat itu” sebelum terkejar. Berapa banyak waktu yang tersisa? Mereka harus sudah sampai sekarang. Sepertinya Akira, Michiru dan Hitomi tidak mengejar..... Kenapa ya?
Mereka sampai ke “tempat itu”, tempat yang terdapat “mata yang besar” tanpa ada gangguan. Mereka segera mencari “yang tidak nyata” di dalamnya.
Sayangnya, mereka dihalangi oleh sekawanan lebah. Semua lebah langsung menyerang.
“Hanabi, kau sudah bisa mengubah laharmu?” tanya Hikari
“Akan kucoba” Kata Hanabi
Hanabi mencobanya tapi gagal. Raichi dan Hikari mencoba menghabisi lebah itu tetapi lebah itu seperti tidak ada habisnya.
Hanabi terus mencoba mengubah laharnya tapi hasilnya hanya batuan yang tak karuan bentuknya. Lebah-lebah itu tidak berkurang meskipun mereka bertiga sudah menghabisi banyak.
Hanabi terus mencoba mengubah laharnya tapi hasilnya hanya batuan yang tak karuan bentuknya. Lebah-lebah itu tidak berkurang meskipun mereka bertiga sudah menghabisi banyak.
“Ayolah!” gumam Hanabi
Tiba-tiba ribuan batuan tajam menyerbu lebah-lebah itu. Dalam sekejab hanya tersisa sedikit lebah. Hikari segera saja menghabisi lebah itu. Banyak barang yang berjatuhan di “tempat itu” akibat pertarungan melawan lebah.
Akhirnya mereka sampai ke tempat “yang tidak nyata”. Ada! Orang itu ada disana! Tapi dia bukan anak yang tadi.... utusannya mungkin? Orang itu bersembunyi di bayangan rak.
“Kalian hebat juga bisa sampai di sini” kata suara parau itu
“Lalu selanjutnya apa!?” kata Raichi
“Tidak ada apa-apa”
“Cepat sadarkan semua orang di sekolah!” kata Hikari
“Hmmm...... Bagaimana ya?”
“Cepat!!” kata Hanabi
“Hahahaha! aku hanya bercanda.... mereka sudah sadar kok! Tenang saja... aku hanya ingin mengetes kalian saja”
“APA!!!!” teriak mereka bertiga
“Apa kau gila!!? Untuk apa kau melakukan hal konyol seperti itu?” kata Hikari
“(terbatuk kecil) apa kalian tidak mengenalku?
Suaranya tidak parau lagi, sepertinya suara parau itu dibuat-buat. Dan suara ini tidak asing bagi mereka bertiga. Mungkinkah dia itu.....
To be continued....




0 komentar:
Posting Komentar