Part 18
“Tempat anak-anak bermain dan bersenang-senang
Semua yang menyeramkan dan menyenangkan ada di situ
Banyak jeritan ketakutan dan juga jeritan kesenangan
Semua orang pasti mengenal tempat ini
Pergilah saat semua cahaya menjadi seperti bintang”
“Itu.... seseorang pasti menyuruh kita pergi ke suatu tempat” kata Hanabi
Pergilah saat semua cahaya menjadi seperti bintang”
“Itu.... seseorang pasti menyuruh kita pergi ke suatu tempat” kata Hanabi
“Semua petunjuk megarah pada taman ria. Tapi taman ria yang mana?” kata Raichi
“Taman ria Nakamura... Semua orang pasti mengenal tempat itu” kata Hikari
“Pergilah saat cahaya menjadi seperti bintang... saat lampu menyala...... saat malam! Pergilah saat malam!” kata Hanabi
“Sekarang sudah hampir malam! Cepat kita ke sana!” kata Raichi
Semuanya mengikuti Raichi ke Taman Ria Nakamura.
“Taman ria Nakamura... Semua orang pasti mengenal tempat itu” kata Hikari
“Pergilah saat cahaya menjadi seperti bintang... saat lampu menyala...... saat malam! Pergilah saat malam!” kata Hanabi
“Sekarang sudah hampir malam! Cepat kita ke sana!” kata Raichi
Semuanya mengikuti Raichi ke Taman Ria Nakamura.
Mereka sudah sampai di Nakamura. Suasananya sangat aneh, sangat sepi. Tidak ada satupun orang yang terlihat di Nakamura. Perasaan cemas meliputi tubuh Hikari, Hanabi dan Raichi.
Mereka berjalan masuk ke dalam Taman Nakamura. Sudah ada surat tantangan lagi, kertas berwarna merah yang ditempel di belakang gerbang Nakamura.
Mereka berjalan masuk ke dalam Taman Nakamura. Sudah ada surat tantangan lagi, kertas berwarna merah yang ditempel di belakang gerbang Nakamura.
“Selama 2 jam, carilah apa yang harus kau cari
Yang sudah diambil tidak akan kembali
Mereka akan tertidur selamanya
Temukan emas yang paling kau sayangi di bagian atas tubuh”
Yang sudah diambil tidak akan kembali
Mereka akan tertidur selamanya
Temukan emas yang paling kau sayangi di bagian atas tubuh”
“Mereka akan tertidur selamanya! Jangan-jangan... Itu semua orang di sekolah! Apa mereka belum sadar juga?!” kata Hikari
“Temukan yang paling kau sayangi... Kin (emas, nama partner Raichi) Di bagian atas tubuh.... bagian atas tubuh.... bagian atas tubuh.... kepala” gumam Raichi
“Dimana kepala itu?? Patung? Tapi di sini ada banyak patung!” kata Hikari
“Dimana kepala itu?? Patung? Tapi di sini ada banyak patung!” kata Hikari
“Kita hanya diberi waktu 2 jam! Cepat bergerak!!” kata Hanabi
Semuanya segera berpencar untuk memeriksa semua patung. Semuanya terasa seperti sudah berjam-jam mereka mencari dan membuka semua kepala patung yang ada. Tapi Kin masih belum ditemukan.
“Sudalah aku menyerah!” kata Hanabi
“Jangan menyerah dulu! Mungkin yang dimaksudkan bukan kepala patung” kata Hikari
“Bagaimana kalau cafe? Head’s Cafe?” kata Raichi
“Bingo! ” kata Hikari dan Hanabi
“Kenapa tidak bilang dari tadi sih!” Hanabi mengeluh
“Sudalah! Cepat pergi!” kata Hikari
Mereka pergi ke cafe itu dan menemukan Kin sedang tertidur di sangkar. Dan ada kertas merah itu lagi! Kertas merah itu tertempel di tembok di sebelah sangkar Kin.
“Sekarang apa lagi isinya....?” tanya Hanabi
“Tunggu sebentar”kataku
To Be Continued....




0 komentar:
Posting Komentar